Waspada! Jika Anak Sering Sakit Kepala, Lakukan Hal Ini

Sakit kepala bisa merupakan salah satu gejala flu, batuk pilek, infeksi telinga atau radang sinus. Dan inilah yang paling sering menjadi penyebab sakit kepala. Infeksi yang lebih berat perlu diwaspadai bila sakit kepala disertai gejala lain seperti leher kaku, kesadaran makin menurun, sakit kepala berat, atau demam tinggi yang memberat.

Apakah kepalanya terbentur ?

Anak-anak seringkali bermain dan kemudian terbentur di kepala. Benturan ini bisa menimbulkan sakit kepala sementara. Kebanyakan tidak berbahaya. Kecuali jika anak jatuh dari ketinggian atau terbentur keras di kepala. Waspada pula bila sakit kepala disertai dengan muntah-muntah atau kesadarannya menurun (bicara kacau, tampak mengantuk terus, tidak sadar).

Apakah ada yang sedang dipikirkan ?

Anak-anak pun bisa stres. Dalam kondisi ia sedang dalam tekanan baik dari orang tua, guru, atau teman, anak bisa mengeluhkannya sebagai suatu sakit kepala. Kebanyakan keluhan ini disebabkan anak depresi tetapi tak bisa mengungkapkan atau mengenali perasaan sedih atau kesepian.

Apakah ada riwayat keluarga ?

Sakit kepala bisa karena faktor keturunan, misalnya sakit kepala tipe migrain pada keluarga yang memang memiliki bakat migrain. Keluarga dengan mata minus seringkali manifestasinya terjadi pada saat anak masih kecil. Keluhannya sering pusing bila terlalu lama melihat jarak jauh, mungkin ia memerlukan kacamata.

Apakah mungkin terjadi gangguan susunan saraf pusat ?

Tumor otak jarang terjadi pada anak tetapi bisa menjadi penyebab sakit kepala yang perlu diwaspadai. Di antara jenis tumor, tumor otak termasuk deretan keganasan terbanyak pada anak. Gejala sakit kepala biasanya disertai gangguan penglihatan (pandangan ganda, tidak melihat satu sisi, dan sebagainya), muntah-muntah, atau gangguan kordinasi gerakan.

Kapan harus ke dokter ?

Saat anak mengeluh sakit kepala berat yang menyebabkan ia tak bisa beraktivitas, tentu orangtua merasa khawatir. Yang bisa dilakukan adalah menenangkan anak dan memintanya istirahat.

Bila sakit kepala terus dikeluhkan anak, bahkan semakin berat atau semakin sering, dan ibu tak berhasil menemukan penjelasannya, ada baiknya ibu berkonsultasi dengan dokter. Perhatikan beberapa rambu berikut :

  1. Sakit kepala terjadi lebih dari satu kali sebulan.
  2. Tidak mudah hilang baik dengan istirahat atau dengan obat sakit kepala.
  3. Sangat nyeri, hingga membuat anak tak bisa beraktivitas.

Segera hubungi dokter (instalasi gawat darurat) bila :

  1. Kesadaran menurun.
  2. Muntah menyemprot tanpa disertai mual (tiba-tiba muntah).
  3. Sakit kepala yang membuat anak terbangun dari tidur.
  4. Kejang.
  5. Gangguan penglihatan mendadak.
  6. Lemah atau gangguan gerakan.
  7. Sulit berjalan, tampak pincang, tidak bisa berdiri.
  8. Tidak bisa bicara.
  9. Sakit leher atau kaku leher.
  10. Tidak bisa aktivitas.
  11. Perubahan kepribadian (menjadi pelupa, menjadi pemarah).
  12. Buang air kecil yang sangat banyak atau minum sangat banyak.

Penyebab lain si kecil mengeluh sakit kepala :

  1. kurang tidur.
  2. kurang cairan.
  3. minum obat-obatan tertentu
  4. makanan atau minuman tertentu (yang mengandung kafein, monosodium glutamat)
  5. terlambat makan
  6. melihat komputer atau menonton televisi terlalu lama
  7. perjalanan darat yang cukup lama
  8. mendengar suara terlalu kencang dalam jangka waktu lama
  9. menghirup asap rokok