Waspada! 4 Komplikasi Penyakit Ini Bisa Terjadi Saat Hamil

Hipertensi dan toksemia kehamilan

Kondisi hipertensi gestasional ada beberapa macam sebagai berikut:
(1) Hipertensi Gestasional :
Karena kehamilan menimbulkan hipertensi (rata-rata sistolik/tensi atas ≧140mHg atau tekanan darah diastolik/tensi bawah ≧90mHg), tidak termasuk protein urin,dalam 12 minggu setelah melahirkan kondisinya kembali normal.
(2) Pre-eklampsia (juga dikenal sebagai “toksemia kehamilan”) :
Yang dimaksudkan adalah kehamilan sesudah 20 minggu baru muncul hipertensi, bersamaan itu ada komplikasi protein urin (umumnya komplikasi ini berakibat bengkak air di seluruh badan.
(3) Eklampsia : Pre-eklampsia diwaktu yang sama juga terjadi kejang, epilepsi.
(4) Hipertensi kronis/menahun :
Sebelum hamil sudah ada hipertensi atau hipertensi muncul sebelum kehamilan 20 minggu; kondisi yang lain setelah kehamilan 20 minggu baru muncul hipertensi, tetapi 12 minggu setelah melahirkan masih belum kembali normal.Wanita hamil dengan hipertensi, harus bekerjasama erat mengikuti petunjuk dokter, mengevaluasi perkembangan janin dan fungsi plasenta secara periodik. Biasanya harus banyak istirahat, perhatikan khususnya tekanan darah dan perubahan gerakan pada janin, hindari adanya tekanan. Dalam hal makanan yang perlu diperhatikan adalah jumlah keluar masuknya makanan, pemilihan makanan berprotein tinggi,pengontrolan kadar garam yang dikonsumsi.

Diabetes

Diabetes gestasional pada wanita hamil, dibagi menjadi dua jenis, jenis pertama yaitu sebelum hamil sudah tahu sebagai penderita diabetes baik type I atau type II, saat hamil seharusnya melanjutkan atau mengubah menggunakan insulin untuk mengontrol kandungan gula dalam darah, atas koordinasi dokter dan ahli gizi.

Jenis lainnya pertama kali muncul gejala diabetes yang jelas saat hamil, atau setelah lewat pemeriksaan diabetes terlihat positif dan dites lagi(pemeriksaan kadar toleransi glukosa),dipastikan diluar standart, ini disebut diabetes gestasional.

Wanita penderita diabetes selama kehamilan, harus berkonsultasi dengan ahli gizi untuk meminta penjelasan dan bimbingan pengobatan makanan/minuman selama hamil; serta pemberian informasi kesehatan : pemahaman kemungkinan efek pada bayi bagi ibu hamil yang hipertensi dan diabetes, bagaimana mencegah hipertensi, pengenalan hipoglikemia dan pengobatannya, bagaimana menguji saat di rumah dan mencatat tekanan darah serta gula, dan Ibu hamil hingga sebelum melahirkan terus diberikan suntikan insulin, saat persalinan gula darah dijaga dalam kisaran yang normal (70mg/ml ~ 140 mg/ml), hindari peningkatan kadar gula dalam tubuh ibu, yang menyebabkan bayi yang baru lahir terkena hiperinsulinemia dan reaksi yang lama pada kadar gula yang rendah dalam darah.

Asma

Asma adalah penyakit yang tidak dapat diabaikan, ibu tidak bisa karena kuatir obat akan memperngaruhi kondisi janin sehingga dengan sendirinya mengurangi dosis atau menghentikan obat, anda harus berkonsultasi dengan dokter lalu mengadakan penyesuaian.

Kehamilan dengan asma kemungkinan terjadi sekitar 1-3%, sekitar 1/3 dari wanita penderita asma semakin memburuk saat kehamilan, 1/3 tidak berubah, 1/3 lainnya sebaliknya semakin membaik.

Sebaiknya sebelum hamil penyakit dikontrol dengan baik, baru hamil. Saat pemeriksaan kehamilan jangan lupa memberitahukan ke dokter “ Saya punya asma”,untuk mempermudah dokter dalam perawatan medis. Tentu saja “menghindari penyebab alergi” adalah prinsip yang utama.

Epilepsi

Kebanyakkan kaum wanita penderita epilepsi saat hamil pengontrolan kejang urat dapat dipertahankan secara stabil tidak berubah. Beberapa orang jarang terkena serangan, tetapi ada juga yang sulit dikendalikan saat serangan kejang urat, untuk itu, perlu memberitahukan ke dokter secara detail semua kondisi serangan, untuk membantu pengontrolan,ini adalah hal yang sangat penting.

Bila terjadi serangan saat hamil, perlu dipertimbangkan ke RS untuk pengobatan secara darurat. Demi anda dan bayi anda saat hamil pengontrolan kejang urat sangat diperlukan jangan dihentikan ataupun dikurangi. Ingat jangan menghentikan obat sendiri, terutama ketika kehamilan telah mencapai dua atau tiga bulan, harus minum obat secara teratur.

Bila menghentikan pengobatan secara sembarangan mungkin dapat menyebabkan bahaya yang besar, apalagi minum obat epilepsi dapat mengakibatkan dampak yang lebih besar. Selain itu beberapa obat pencegahan epilepsi dapat mengurangi vitamin K yang ada dalam darah, transisi pembekuan darah menjadi tidak baik, untuk itu saat mendekati persalinan diharuskan mensuplemen vitamin K, apalagi sesudah lahir bayi juga membutuhkan tambahan vitamin.