Tips dan Tahapan Pemeriksaan Kehamilan: Apa Saja Yang Harus Diperhatikan?

Salah satu tujuan pemeriksaan pada masa kehamilan adalah untuk mengurangi kekhawatiran yang tidak diperlukan pada masa hamil, menghindari terjadinya segala jenis komplikasi penyakit, menambah kesehatan ibu dan bayi. Lalu, apa saja yang harus diperhatikan saat melakukan pemeriksaan kehamilan?

Waktu Pemeriksaan Pada Masa Kehamilan

  • Bila mens terlambat lebih dari 2 minggu harus segera periksa ke dokter apakah ada hamil.
  • Pertama kali pemeriksaan yaitu pada masa hamil sebelum 3 bulan.
  • Hamil pada masa 28 minggu diadakan pemeriksaan 1 bulan sekali.
  • Hamil pada masa 28 minggu keatas sampai dengan 36 minggu diadakan pemeriksaan 1/2 bulan sekali.
  • Hamil pada masa 36 minggu keatas sampai sebelum melahirkan diadakan pemeriksaan 1 minggu sekali.

Hal yang harus diperhatikan :

  1. Pada masa hamil, pemeriksaan rutin maupun dikarenakan tidak enak badan kemudian datang berobat, harus dimulai dari ruang pemeriksaan ukur berat badan dan tensi darah, baru lapor ke suster.
  2. Masa hamil dari minggu ke 9 s/d 20 harus diadakan pemeriksaan Down Sindrom. Untuk pemeriksaan ini harus lapor dulu ke ruang pemeriksaan lalu diUSG oleh dokter untuk memperkirakan berapa minggu kehamilan (dan besar kecilnya bayi ), setelah bayar, kemudian baru periksa darah dan air kencing.
 Tahap Pemeriksaan Umum

(1) Berat Badan

  • Periksa kondisi naik turunnya berat badan
  • Kenaikan berat badan yang terlalu cepat mungkin disebabkan bengkak air, kenaikan berat badan yang terlalu banyak kemungkinan bayi akan sangat besar. Kenaikan berat badan yang terlalu sedikit kemungkinan pertumbuhan bayi lamban.
  • Selama hamil, peningkatan berat badan ibu hamil disesuaikan dengan berat sebelum hamil, yaitu bertambah 10 – 14 Kg, selain itu perlu diperhatikan kecepatan kenaikannya, selama hamil tidak sepatutnya mengurangi berat badan. Bila ada yang ingin ditanyakan mengenai makanan serta minuman selama masa kehamilan dan menyusui, silahkan bertanya dan mohon bantuan informasi ke dokter atau ahli gisi.

(2) Tensi Tekanan Darah

  • Masa hamil, kemungkinan tensi darah akan lebih rendah dari sebelum hamil
  • Pada masa kehamilan sebelum minggu ke-20, tensi darah tinggi sampai 140/90 mmHg, mungkin karena tekanan darah tinggi jenis lamban.
  • Setelah lewat dari 20 minggu, tensi darah tingginya 140/90 mmHg, mungkin disebabkan ibu hamil mempunyai tekanan darah tinggi, bila ada komplikasi protein air kencing dan bengkak air , maka diperkirakan adanya epilepsi ringan, bisa membuat seluruh badan kejang dan menjadi penyakit epilepsi yang akan membahayakan nyawa ibu dan bayi.
  • Sewaktu tensi darah naik harus segera istirahat tidur, bila diperlukan harus tinggal di rumah sakit dan dikontrol dengan obat sampai waktu melahirkan.

(3) Detak jantung bayi

  • Pada masa hamil diatas 6 – 8 minggu dapat di USG untuk melihat detak jantung bayi.
  • Kehamilan diatas 10 – 12 minggu pada bagian perut suara detak jantung bayi dapat didengar.
  • Bila tidak terdengar detak jantung bayi mungkin karena masa hamil masih dini, posisinya menyamping, embrio belum berkembang, atau bayi meninggal dalam perut.
  • Bila masa hamil diatas 12 minggu masih belum terdengar detak jantung bayi harus di USG untuk di diagnosa dengan pasti.

(4) Besar kecilnya Rahim

  • Dengan mengukur dasar rahim dengan gabungan bagian tulang vagina dapat diperkirakan besar kecilnya janin. Bila dicurigai bayi terlalu besar atau terlalu kecil dapat dilakukan pemeriksaan USG.

(5) Posisi Bayi

  • Periksa posisi kepala bayi.
  • Bila dicurigai letak posisi bayi tidak benar, harus diadakan pemeriksaan USG.

(6) Pembengkakan air

  • Yang paling sering ditemukan adalah bengkak air, bila seluruh badan bengkak( mis : bagian badan dan wajah ) kemungkinan adanya epilepsi.

(7) Kencing manis ( Diabetes )

  • Kencing gula akan lebih tinggi kemungkinannya disebabkan daya serap glukosa/gula tidak baik atau memang penderita diabetes. Boleh melakukan test diabetes atau memeriksa kadar gula darah sebelum dan sesudah makan.

(8) Protein pada air kencing

  • Protein pada air kencing dapat menjadi tinggi kemungkinan disebabkan fungsi ginjal yang kurang baik.
  • Bila ada bersamaan dengan darah tinggi, kemungkinan terjadi penyakit epilepsi.

Tahap Pemeriksaan Khusus

 (1) Pemeriksaan Thalassemia
  • Pada masa hamil , kandungan sel darah merah menjadi lebih kecil dari 80 fl, kemungkinan disebabkan thalassemia atau karena kurang zat besi, wanita hamil dan pasangannya harus mengadakan pemeriksaan . Bila suami istri menderita thalassemia jenis yang sama, maka kemungkinan bayi menderita thalassemia adalah 1/4, perlu diadakan pemeriksaan lebih lanjut terhadap bayi.

(2) Pemeriksaan Down Sindrom pada ibu hamil

  • 1Pada kehamilan minggu ke-9 – 13 diadakan pemeriksaan triwulan pertama atau minggu ke 14 – 20 darah ibu diambil untuk pemeriksaan down sindrom di triwulan ke dua.
  • Berdasarkan perhitungan masa kehamilan, umur dan berat badan untuk mengetahui kemungkinan melahirkan bayi idiot (down sindrom ).
  • Ibu hamil yang kehamilannya termasuk masa berbahaya perlu didiagnosa dengan komputer, bila perlu dilakukan pemeriksaan sampel/ rambut selaput ketuban atau pemeriksaan air ketuban.
  • Pemeriksaan down sindrom pada triwulan pertama kemungkinan dapat terdeteksi 80% ~ 90%, untuk triwulan kedua sekitar 60% ~ 75%.

(3) Pemeriksaan sampel selaput ketuban (chorionic) atau air ketuban (melalui tusukan)

  • Pemeriksaan sampel selaput ketuban (chorionic) dilakukan pada masa hamil minggu ke 11-13, sedang pemeriksaan air ketuban (melalui tusukan) dilakukan pada masa hamil minggu ke 16 – 18
  • Pemeriksaan kromoson bayi, diagnosa kelainan kromoson pada bayi seperti : bayi idiot.
  • Ibu hamil diatas 34 tahun, sering mengandung bayi dengan kelainan kromoson, jadi harus dilakukan pemeriksaan down sindrom pada ibu, atau bila orang tua memiliki kelainan kromoson kemungkinan besar melahirkan bayi dengan kromoson yang tidak normal, untuk itu dianjurkan melakukan pemeriksaan selaput ketuban.
  • Pemeriksaan selaput ketuban tidak membahayakan nyawa bayi, hanya sedikit mempertinggi kemungkinan keguguran ( tidak lebih dari 0,1 %)

(4) Pemeriksaan USG

  • Pada masa kehamilann 20 ~ 22 minggu, seluruh organ tubuh bayi telah berkembang dan kelihatan jelas.
  • Memeriksa kenormalan bentuk dan organ tubuh dengan menggunakan scan dan ditaruh di permukaan bagian perut ibu.
  • Pemeriksaan otak besar dan otak kecil bayi, tulang belakang, wajah, bibir, jantung, lambung, ginjal, kantong empedu, perut, kaki tangan, jenis kelamin, saluran darah tali pusar, tempat plasenta dan kadar air ketuban, serta lainnya.
  • Bila ada kelainan kromoson yang parah disarankan untuk memberhentikan kehamilan tersebut sebelum kehamilan 24 minggu.
  • Bayi yang dicurigai terdapat kelainan kromoson dapat melakukan pemeriksaan selaput ketuban atau darah tali pusar.
  • Melalui ukuran kepala bayi dapat diperkirakan berapa minggu kehamilan.

(5) Pemeriksaan penyakit diabetes pada masa hamil

  • Masa hamil ke 24 ~ 28 minggu periksa darah
  • Terdapat kira-kira 1/100 ~ 1/300 orang ibu hamil yang memiliki penyakit diabetes. Bila tidak diketahui adanya penyakit diabetes kemungkinan bayi yang dilahirkan akan menjadi sangat besar dan membahayakan nyawa ibu atau bayi.
  • Pemeriksaan ini dapat mengetahui kemungkinan ibu hamil menderita penyakit diabetes
  • Dalam keadaan tidak berpuasa, 1 jam setelah minum air gula sebanyak 50 gr, diadakan pemeriksaan kadar gula darah, bila lebih besar dari 140mg/dl, uji lebih lanjut dengan menggunakan 100 gr gula, untuk memastikan diagnosa. Atau langsung uji dengan 75 gr gula : Setelah puasa 8 jam, terlebih dulu lakukan pemeriksaan kadar gula darah, dengan meminum air gula 75 gr setelah 1 jam dan 2 jam , periksa lagi kadar kandungan gula darahnya. ( Untuk kondisi lebih jelasnya boleh bertanya ke dokter).
  • Ibu hamil yang telah dipastikan menderita penyakit diabetes, harus makan makanan yang bergizi, dan pengontrolan terhadap makanan dan minuman tertentu, bila gula darah meninggi harus disuntik insulin .

(6) Pemeriksaan streptococcus B bagi ibu hamil :

  • Ibu yang kehamilannya genap 35 minggu hingga sebelum 38 minggu, diberikan 1 kali pemeriksaan streptococcus B
  • Streptococcus B adalah kuman yang menyebabkan infeksi serius pada periode prenatal.
  • Terhadap ibu hamil dapat mengakibatkan kelahiran prematur,air ketuban pecah lebih awal, radang selaput kandungan, infeksi setelah melahirkan, juga mudah menyebabkan infeksi pada bayi yang baru lahir.
  • Hasil pemeriksaan yang positif, dokter akan mengevaluasi lebih lanjut dan saat melahirkan akan diberikan pengobatan anti biotik untuk tindakan pencegahan.