Perbedaan Antara Keputihan Mau Haid dan Mau Hamil

Kondisi fisik dan psikis wanita itu selalu berubah, hal ini terkait dengan siklus hormonal yang terjadi pada tubuh wanita itu sendiri. Sebut saja vaginal discharge, atau biasa dikenal dengan istilah keputihan, salah satu yang juga selalu berubah mengikuti perubahan hormonal.

Tahukah Anda, bahwa ada perbedaan antara keputihan mau haid dan hamil, meskipun sebagian wanita tidak menyadarinya. Mari kita bahas tuntas apa saja perbedaan keputihan tanda mau haid atau tanda kehamilan. Maksud dari keputihan di sini adalah cairan lendir normal yang dikeluarkan oleh miss v.

Faktanya, rata-rata setiap wanita dapat menghasilkan sekitar satu sendok teh lendir yang kental atau encer tanpa bau setiap hari, dan warnanya dapat berubah dari putih jernih hingga kecoklatan. Warna dan tekstur yang berbeda ini sangat dipengaruhi oleh hormon dan apa yang terjadi di dalam tubuh pada saat itu.

Mengenal karakterisktik perbedaan keputihan sebelum haid dan hamil

Keputihan berwarna putih sebelum menstruasi dikenal sebagai leukorrhea. Cairan lendir tersebut terdiri dari cairan yang dihasilkan oleh selaput lendir jalan lahir disertai sel-sel mati dan flora normal (bakteri baik). Ini merupakan bagian dari siklus menstruasi yang disebut fase luteal. Saat itulah hormon progesteron memuncak di tubuh.

Ketahuilah!

Ketika hormon estrogen yang dominan, maka cairan keputihan cenderung jernih, encer, atau berair. Sedangkan apabila progesteron yang dominan, maka lendir yang dihasilkan cenderung keruh atau putih susu.

Inilah jawaban kenapa lendir keputihan menjadi lebih encer di waktu masa subur (rata-rata 12-16 hari sebelum haid). Sedangkan keputihan berwarna putih nan kental dianggap sebagai tanda sedang tidak subur, dan jenis yang terakhir inilah keputihan sebelum haid (mens sudah dekat).

Bagaimana jika terjadi kehamilan? Seperti apa keputihan tanda hamil?

Setelah melewati masa subur, sebagian besar wanita hanya mengeluarkan lendir keputihan yang sedikit dan semakin menurun. Lain halnya apabila yang terjadi adalah kehamilan, maka cairan keputihan yang terbentuk tetap banyak. Hal ini terjadi karena di samping progesteron, estrogen juga terus disekresikan selama kehamilan.

Sekitar 2 minggu setelah tanggal masa subur atau ovulasi, implantasi akan terjadi, dan pada titik ini, keputihan kental dan berwarna putih keruh akan meningkat jumlahnya. Hal ini didukung dengan suhu tubuh yang relatif lebih tinggi dan tanda-tanda serta gejala awal kehamilan lainnya.

Pada tahap awal kehamilan, bukan hanya jumlah dan tekstur cairan vagina yang berubah – warnanya juga berubah. Jika diperhatikan, keputihan yang biasanya transparan menjadi sedikit berawan, keputih-putihan atau berwarna krem, ini bisa menjadi tanda awal kehamilan. Keputihan berwarna kecoklatan atau disertai sedikit bercak darah (pendarahan ringan) juga merupakan tanda-tanda kehamilan.

Antara keputihan mau haid dan hamil memang sulit dibedakan. Secara umum, apabila lendir keputihan jumlahnya terus menurun dan menjadi berwarna putih dan kental saat mendekati jadwal menstruasi selanjutnya, maka itulah pertanda mau haid. Sebaliknya, keputihan yang tetap banyak, putih keruh – krem, terkadang disertai sedikit bercak darah, maka itulah pertanda akan hamil.

Tapi ingat, kehamilan tidak dapat dikonfirmasi berdasarkan warna keputihan saja. Bahkan untuk setiap wanita dapat berbeda, jika keputihan tidak meningkat sebelum periode menstruasi berikutnya, masih ada kemungkin terjadi kehamilan. Oleh sebab itu, perhatikan tanda-tanda kehamilan lainnya, serta lakukanlah tespek, atau tes urin dengan pregnancy stick test.

Seiring dengan kondisi di atas, ada beberapa tanda yang turut menyertai. Keduanya mungkin sama-sama merasakan kram perut dan payudara sensitif. Namun ada dua gejala yang berbeda, yakni masalah mual muntah dan keluarnya spotting (bercak darah).

Wanita yang akan haid (tidak hamil), nafsu makannya cenderung meningkat saat mendekati jadwal menstruasinya. Sedangkan wanita hamil lebih cenderung merasakan mual, bahkan muntah, dan nafsu makan pun menurun.

Wanita mau haid mengalami keputihan seperti di atas, lalu keluarlah darah mens. Sedangkan pada wanita hamil disertai dengan keluarnya sedikit bercak darah (pendarahan implantasi) yang biasanya dibarengi dengan kram perut. Bercak darah tidak sampai membasahi pembalut atau celana dalam.

Kondisi yang harus diwaspadai!

Keputihan sebelum haid ataupun tanda hamil dengan ciri-ciri seperti di atas merupakan kondisi normal yang tak perlu dikhawatirkan. Namun, waspadalah jika ternyata yang terjadi adalah keputihan dengan ciri-ciri di bawah ini:

  • Berwarna kuning terang, hijau atau abu-abu
  • Keputihan berbau busuk atau aneh
  • Berwarna putih dan keluar dalam bentuk gumpalan-gumpalan
  • Keputihan berbusa
  • Menimbulkan rasa panas, gatal, nyeri panggul, atau demam.

Segera periksakan ke dokter! Infeksi bakteri, jamur, dan parasit memiliki ciri-ciri seperti di atas.