Penyebab Mengi atau Bengek Pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Saat bayi terkena penyakit pernafasan, saluran udara bayi yang masih berukuran kecil dipenuhi dengan lendir. Hal seperti ini jauh lebih sering dialami bayi daripada anak yang lebih tua (balita) atau orang dewasa.

Lendir yang memenuhi saluran pernafasan bisa menyebabkan mengi atau dalam istilah keseharian disebut bengek, juga dikenal sebagai sebagai noisy breathing dalam istilah kesehatan.

Mengi atau bengek akan terdengar dengan jelas saat bayi menghembuskan napas dan memiliki intensitas yang terus menerus, demikian ungkap Don Hayes Jr, seorang pulmonologist anak-anak di Kentucky Children’s Hospital di Lexington.

Namun perlu diingat bahwa mengi adalah gejala, bukan diagnosis atau penyakit. Nah, dengan demikian jika bayi mengalami bengek maka bisa jadi bayi mengidap penyakit lainnya. Berikut adalah beberapa penyakit yang muncul dengan gejala mengi atau bengek:

BRONCHIOLITIS

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus, yang paling sering adalah respiratory syncytial virus (RSV). Saluran udara bayi yang masih berukuran kecil yang disebut bronchioles akan membengkak dan membuat bayi sulit untuk bernafas, dan lebih fatal lagi bisa mengancam nyawa jika tidak diobati dengan segera.

Gejala: Mengi, napas dengan cepat, batuk dan demam di atas 38°C

Pengobatan: makan dengan baik dan tidur dengan teratur. Pada kasus yang lebih parah, bayi mungkin harus dirawat di rumah sakit dan mendapatkan perawatan di ruang oksigen.

FLU BIASA

Dalam dua tahun pertama daya tahan tubuh bayi masih sangat rentan. Bahkan, menurut Don Hayes bayi bisa memiliki delapan sampai 10 dari infeksi virus pernapasan.

Gejala: pilek, mengi, batuk, demam rendah (sekitar 36-38°C)

Pengobatan: “Yang terpenting adalah menghindari semua obat dingin,” kata Allen Dozor, MD, kepala pulmonologi pediatrik di Rumah Sakit Anak Maria Fareri di Westchester Medical Center di Valhalla, NY. Meskipun gejalanya biasanya mereda dalam dua minggu, panggil dokter anak pada saat bayi mengalami mengi, bersin atau batuk dari bayi yang baru lahir. Pada bayi yang masih berusia kurang dari 3 bulan, pilek bisa cepat berkembang menjadi pneumonia, RSV atau kondisi serius lainnya.

ASMA

Asma adalah kasus yang khsuus dan sulit untuk didiagnosis pada bayi. Asma merupakan penyakit paru kronis dimana saluran udara membengkak, terhimpit dan menghasilkan lendir berlebih. Hanya ada tiga puluh persen bayi batuk dan mengi disertai pilek. Meskipun demikian, bukan tidak mungkin bayi terserang asma.

Gejala: bayi mengalami mengi berulang dalam kurun waktu yang lama

Pengobatan: Satu-satunya cara adalah dengan periksa ke dokter anak. Cek juga apakah ada riwayat asma di keluarga (asma memiliki kaitan genetik yang kuat).

Bagaimana Cara Mencegah Mengi Pada Bayi?

  1. Jauhkan bayi Anda dari asap rokok.
  2. Vakum karpet atau lantai sesering mungkin untuk mencegah penumpukan debu.
  3. Perbanyak Ventilasi rumah dan apsang dengan baik untuk melancarkan sirkualsi udara di ruangan dan mencegah pertumbuhan jamur.
  4. Cuci tempat tidur bayi secara teratur dan berkala dengan air panas untuk menyingkirkan tungau debu.
  5. Jangan sering gunakan pendingin udara (AC)
  6. Jauhkan bayi dari anjing dan kucing. Jika dia mengi atau batuk, bayi bunda mungkin alergi.