Penyebab dan Cara Mengatasi Kolik Pada Bayi

Kolik adalah kondisi menangis secara terus-menerus dan tak terkendali yang dialami oleh bayi yang sehat. Bayi dianggap kolik jika usianya masih kurang dari 5 bulan dan ia akan terus menangis seelama lebih dari tiga jam berturut-turut pada tiga hari hingga seminggu, bahkan ada yang mengalaminya hingga tiga minggu (Fiuh!).

Tapi, bunda tidak perlu khawatir. Kolik bukanlah penyakit dan tidak akan menyebabkan bayi terkena dampak buruk jangka panjang, tapi kondisi seperti akan sangat menyulitkan baik bagi bayi maupun orang tua.

Apa saja gejala kolik?

Kolik paling sering muncul saat bayi berusia 2 atau 3 minggu. Bayi biasanya menangis saat mereka ngompol, lapar, ketakutan, atau lelah. Tapi bayi dengan kolik akan menangis secara berlebihan, seringkali pada waktu yang sama (biasanya di sore hari). Jika bayi sedang kolik, Bunda mungkin memperhatikan bahwa tangisannya akan jauh lebih keras dan lebih tinggi daripada tangisan normalnya dan kemudian berhenti secara tiba-tiba.

Bayi kolik sering mengepalkan jari-jarinya, melengkungkan punggungnya, mukanya menjadi memerah, dan secara bergantian menarik kakinya saat dia menangis. Terkadang ia juga akan membuang gas atau kentun dan akan merasa lebih baik setelah buang air besar.

Berapa lama kolik berlangsung?

Kolik cenderung mencapai puncaknya saat bayi berusia sekitar 6 minggu, dan kemudian meningkat secara signifikan antara 3 dan 4 bulan. Pada usia 4 bulan, 80 sampai 90 persen bayi mengalami kolik. Sementara 10% lainnya terjadi di usia 4 bulan menginjak 5 bulan.

Sementara itu, bunda harus pintar-pintar untuk pelajari cara menghibur bayi sebaik mungkin dan mintalah bantuan oranglain saat membutuhkannya. Menghadapi bayi kolik bisa sangat sulit dan menyebabkan stres, sementara bunda tetap perlu istirahat teratur untuk menjaga kesehatan bunda sendiri. Minta pasangan atau teman atau saudara bunda mengambil alih saat bunda membutuhkan istirahat.

Mengapa beberapa bayi mengalami kolik?

Kolik adalah salah satu misteri besar dalam kehidupan bayi. Para ahli memperkirakan bahwa antara 40 persen bayi pasti mengalami kolik. Kondisi ini sama-sama umum terjadi pada bayi dan balita, baik yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, dan terjadi juga pada bayi yang diberi ASI maupun susu formula.

Satu hal yang pasti, bahwa bayi yang lahir dari ibu yang merokok selama kehamilan atau pascapartum berisiko tinggi mengalami kolik (walaupun risiko ini berkurang jika bayi diberi ASI).

Haruskah dibawa ke dokter jika bayi mengalami kolik?

Ya, ada baiknya bicara dengan dokter tentang tangisan bayi bunda. Bisa jadi selain kolik, bayi bunda malah mengalami penyebab potensial sakit lainnya, seperti masalah usus atau infeksi saluran kemih.

Jika bayi bunda memiliki gejala lain – seperti demam, muntah, atau kotoran berdarah segera hubungi dokter. Gejala ini bukan karena kolik.

Bisakah alergi makanan menyebabkan kolik?

Salah satu hal yang mungkin dipertimbangkan dokter adalah apakah bayi bunda mungkin memiliki intoleransi atau alergi terhadap protein susu sapi. Meskipun tidak menyebabkan kolik, ini adalah salah satu penyebab masalah perut yang meniru kolik. Jika hal ini terjadi apda bayi yang diberi susu formula, dokter mungkin akan menyarankan untuk beralih ke formula terhidrolisis (satu di mana protein telah dipecah). Jika protein susu sapi menjadi masalah bagi bayi, gejalanya mungkin akan membaik sekitar seminggu setelah perubahan formula.

Jika terjadi pada bayi diberi ASI, mungkin juga bayi peka terhadap sesuatu dalam makanan yang bunda konsumsi. Ada banyak pendapat memang tentang pantangan makanan untuk ibu menyusui, namun gandum, telur, kacang-kacangan, buah, kafein, dan coklat adalah hal yang pastinya tidak dianjurkan saat menyusui.

Teori lain mengatakan bahwa kolik kadang disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri sehat di usus. Penelitian telah menunjukkan bahwa bayi dengan kolik memiliki mikroflora usus yang berbeda daripada bayi yang tidak menderita kolik. Pengobatan dengan probiotik (khususnya Lactobacillus reuteri) telah terbukti membantu gejala kolik pada beberapa bayi. Mintalah rekomendasi probiotik untuk dokter bunda.