Nafas Bayi Bunyi Grok-Grok, Ternyata Pertanda Bayi Sehat

Bunda, pasti seringkan mendengar si buah hati yang baru lahir langsung mendengkur dalam tidurnya? Jika iya, jangan cemas bunda. Jika bayi mendengkur atau nafasnya bungi grok-grok sewaktu tidur atau beraktifitas, ini adalah hal yang lumrah terjadi pada bayi yang baru lahir.

Asal tahu saja ya bunda, bunyi grok-grok adalah pertanda bayi normal dan akan berlangsung hingga uisa 6 bulan. Asalkan bunyi tersebut tidak mengganggu aktifitas bayi seperti makan, minum, menyusui dan tidur.

Mendengkur pada bayi terjadi saluran napas di tenggorokan tersumbat atau menjadi sesak akibat banyaknya lendir, membuat udara yang terhirup untuk menggetarkan jaringan tenggorokan. berdasarkan riset, satu dari sepuluh bayi mendengkur hampir setiap malam dan mendengkur bayi dianggap sebagai kejadian normal. Otot bayi, termasuk otot leher akan mengendur saat tidur, sehingga menempel pada dinding posterior saluran napas yang menyebabkan bayi mendengkur.

Bahkan, keberadaan lendir tersebut sangat bermanfaat membersihkan saluran pernapasan dan menangkal infeksi kuman/virus dari dalam tubuh bayi.

Apa Penyebab Mendengkur dan bunyi grok-grok (mendengus) Pada nafas Bayi?

Frekuensi dan kemungkinan bayi mendengkur dan mendengus berkurang seiring bertambahnya usia. Seperti penjelasan diatas, hal ini bisa terjadi hingga usia 6 bulan. Jika melebihi usia itu, segera lakukan pemeriksaan karena boleh jadi ada anomali tertentu dan bisa menjadi gejala kondisi medis.

Lalu, bagaimana untuk membedakan apakah bunyi mendengkur dan mendengus (grok-grok) pada bayi amsih dalam taraf aman atau sudah patut waspada?

Mendengkur dan mendengus adalah wajar selama tidak mengganggu aktivitas bayi; misalnya makan, minum, sering muntah, berat badan susah naik. Kemudian jika lendir yang keluar masih terlihat normal yang ditandai dengan warna jernih dan tidak berbau.

Berikut detail untuk membedakan normal atau tidaknya lendir dalam saluran napas bayi:

  • Napas bayi grok grok, normalkan? Jika suara grok grok yang timbul besar, apalagi saat menangis.
  • Orangtua boleh mempunyai tanda tanya besar, apalagi jika bayi sulit tidur dan aktivitasnya terganggu, karena kemungkinan jumlah lendir yang ada pada saluran napas bayi tidak wajar.
  • Sekresi lendir yang berlebih dapat mengganggu makan dan minum bayi, selain membuat napas bayi grok grok, juga bayi sering muntah—makannya sulit.
    Karena adanya lendir yang menyumbat di saluran makannnya.
  • Jika lendir sudah berlebih, selain bunyi grok grok biasanya berat badan bayi susah sekali naik.
  • Jika berlebihnya lendir ditandai dengan; hidung meler, hidung mampat, bersin-bersin, ditambah dengan naiknya suhu tubuh, bisa jadi bunyi napas bayi grok grok ini disebabkan infeksi virus.

Jika suara napas bayi grok grok yang terdengar kecil, terdengar agak keras saat menangis, makan minum bayi bagus, tidur bayi tidak terganggu, aktivitasnya bagus, jarang muntah, tak ada demam atau infeksi.

Orangtua boleh memastikan kalau hal tersebut adalah kelebihan lendir yang wajar, tak perlu khawatir.

Prinsipnya tubuh bayi memproduksi banyak lendir, hanya saja bayi tak bisa mengeluarkannya seperti dengan cara batuk. Sebab refleks bayi belum baik.