Kurang Tidur, 6 Hal Buruk Ini Bisa Terjadi Pada Kita

Seiring bertambah tua, rasanya sulit tidur dengan lama waktu yang dibutuhkan.

Kesibukan nampaknya menjadi penyebab utama mengapa budan dan pasangan sulit mendapatkan tidur yang berkualitas.

Padahal, tidur adalah waktu di mana bunda beristirahat total, dan mengumpulkan tenaga.

Bila tidur budna tidak cukup, akan ada beberapa dampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Berikut ini 6 efek pada tubuh jika budna kekurangan tidur.

1. Menjadi pelupa

Efek dari kurang tidur adalah ketidakmampuan untuk mempertahankan ingatan.

“Tidak tidur cukup mengganggu kemampuan Anda untuk fokus dan belajar secara efisien, yang penting untuk mengingat sesuatu,” kata Richard Shane, PhD, spesialis tidur perilaku dan pendiri metode Sleep Easily.

“Penelitian menunjukkan bahwa tidur memperkuat koneksi saraf yang terlibat dalam memori, dan juga membantu memuat informasi baru ke dalam memori. Dan tidur yang tidak cukup akan mengganggu proses ini,” jelas Michael J. Breus, PhD, psikolog klinis.

Breus juga menjelaskan pentingnya momen REM (rapid eye movement) ketika tidur agar otak memantapkan ingatan.

“REM adalah kondisi di mana Anda memindahkan informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang.

Ketika tidak cukup tidur, Anda kehilangan REM, dan berdampak pada memori,” tambahnya.

2. Mudah tersinggung

“Kurang tidur memengaruhi suasana hati.

Itu membuat Anda melihat segalanya lebih negatif karena emosi Anda jauh lebih tidak stabil ketika kurang tidur,” jelas Breus.

Meskipun tidak diketahui persis mengapa bisa terjadi, Shane mengatakan itu petunjuk lain otak bunda tidak berfungsi dengan baik tanpa tidur.

“Area otak yang bertanggung jawab atas pemikiran, penalaran, dan logika (lobus frontal) biasanya menyeimbangkan area otak yang terlibat dengan emosi seperti ketakutan, kecemasan, agresi, dan gairah (amygdala),” jelasnya.

3. Cenderung depresi

Gangguan mood lain yang terkait dengan kurang tidur adalah depresi.

“Dalam satu studi besar, orang dengan insomnia kronis 10 kali lebih mungkin untuk mengembangkan depresi,” kata Dr. Shane.

Sleep apnea, masalah pernapasan saat tidur, juga berhubungan dengan depresi.

Satu penelitian menunjukkan bahwa orang yang depresi 5 kali lebih mungkin untuk memiliki kondisi tersebut.

National Sleep Foundation menyarankan untuk membuat buku harian tidur sehingga  membantu dokter melalukan diagnosa dan memberikan perawatan terbaik.

4. Membuat penilaian buruk

Seiring dengan fungsi otak yang mulai kabur, datang gangguan pengambilan keputusan.

“Tidur telah terbukti meningkatkan pengambilan risiko,” kata Clete Kushida, MD, direktur medis dari Stanford Sleep Medicine Centre.

Division of Sleep Medicine di Harvard Medical School mengatakan kurang tidur berperan dalam banyak bencana yang terkenal.

Seperti krisis nuklir di Chernobyl, tumpahan minyak di Exxon Valdez, dan ledakan Challenger.

5. Jantung bisa menderita

Kurang tidur juga berdampak pada organ tubuh. Tidak cukup tidur dapat berpotensi sebabkan efek jangka panjang pada kesehatan jantung.

Termasuk risiko tekanan darah tinggi, serangan jantung, dan stroke. Bagi orang dengan masalah pernapasan sleep apnea, risikonya bahkan lebih besar.

“Kondisi tidur yang berbeda seperti REM dan non-REM memiliki ragam dampak pada detak jantung, tekanan darah, aliran darah ke jantung, dan pola pernapasan,” kata Vaishal Shah, MD, seorang staf dokter di Sleep Disorders Center di Cleveland Clinic.

6. Kulit terlihat lesu

“Tidur memainkan peran penting dalam regenerasi sel dan memiliki efek pada peradangan dalam tubuh, yang penting untuk penyembuhan dan dalam beberapa masalah kulit,” kata. Dr. Shah.

“Kulit juga merupakan organ penting yang membantu mengatur suhu tubuh saat tidur.

Jadi, lingkaran hitam di bawah mata, kulit kusam, atau mata bengkak bisa menjadi gejala yang kelihatan kurang tidur,” tambahnya.

Penelitian bahkan menunjukkan bahwa orang yang membutuhkan lebih banyak tidur dianggap kurang menarik.

Jadi, itu dia bunda dampak yang dialami jika kekurangan tidur.