Ini Yang Harus Dilakukan Jika Anak Terkena Cacar

Perubahan cuaca yang ekstrem memicu penyebaran virus penyakit, salah satunya virus varicella-zoster atau chickenpox yang menyebabkan cacar air. Penyakit ini menimbulkan ruam kulit berupa sekumpulan bintik-bintik kecil yang datar maupun menonjol, lepuhan berisi cairan serta keropeng disertai rasa gatal. Cacar air diketahui menular melalui percikan ludah penderita atau melalui benda-benda yang terkontaminasi cairan dari lepuhan kulit.

Jika seseorang pernah menderita cacar air, maka ia akan memiliki kekebalan terhadap penyakit ini dan tidak akan menderita cacar air lagi. Tetapi Anda harus tetap waspada karena virus cacar air bisa menetap di dalam tubuh manusia dan jika aktif kembali bisa menyebabkan penyakit yang disebut herpes zoster.

Lalu, bagaimana jika anak-anak terkena cacar air? Dokter spesialis anak dari Sub Bagian Infeksi dan Pediatri Tropis, Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dr. H. Hindra Irawan Satari, Sp.A(K) memaparkan beberapa langkah perawatan:

Segera ke dokter untuk memastikan

Jika Anda ragu-ragu dengan kondisi kesehatan anak tertular atau tidak dengan cacar air maka segeralah ke dokter. Penanganan lebih dini lebih baik bagi penderita.

Sebaiknya diwarat oleh orang yang pernah terkena cacar.

Perawatan penderita sebaiknya dilakukan oleh orang yang sudah pernah terjangkit cacar air. Biasanya, penderita yang sudah terkena cacar air akan kebal terhadap penyakit tersebut.

Anak boleh ditemui, tetapi jangan terlalu dekat jaraknya, sehingga napasnya tidak terhirup.

Pisahkan barang-barang yang digunakan anak.

Gunakan barang seperti baju, handuk, piring, gelas, sisir, atau peralatan lain secara terpisah. Bersihkan peralatan tersebut secara terpisah. Tempatkan pula penderita dalam tempat tidur terpisah, ganti seprai setiap hari.

Jaga kualitas dan kuantitas makan anak

Beri makanan yang tinggi kalori dan protein, juga makanan sumber vitamin dan mineral. Istirahat yang cukup. Jangan biarkan anak keluar rumah selagi bintil cacar air masih ada dan terus timbul.

Larang anak untuk menggaruk bintil yang gatal.

Potong kukunya, atau pakaikan sarung tangan untuk mengurangi akibat garukan. Cairan di dalam bintil sifatnya menular. Selain itu,   jika terjadi  infeksi pada  luka tersebut, penyembuhannya akan lebih sulit, dan meninggalkan bekas (keropeng).

Oleskan obat gatal

Bedak calamine biasanya ampuh untuk mengurangi gatal dan mempercepat proses pengeringan luka.

Minta anak mandi dengan sabun antiseptik dan ganti baju tiap hari.

Mandikan anak tiap hari untuk menjaga agar tubuh tetap bersih dan gantilah baju setiap kali mandi. Jangan lupa perhatikan kondisi dan suhu tubuh anak setiap hari. Bila perlu, penderita diberi obat penurun panas  untuk meredakan demam.

Waspada kondisi darurat.

Segeralah kembali ke dokter bila:

Bintil (vesikel) terinfeksi kuman, misalnya berwarna merah, bengkak, bernanah.

Anak demam tinggi, sakit kepala, muntah, atau gatal yang tidak kunjung hilang, saat bintil-bintil sudah menyebar ke seluruh tubuh dan keadaan anak mulai membaik.