Ciri-Ciri Janin Tidak Berkembang yang Wajib Anda Ketahui

Bagi seorang wanita yang sedang hamil mengetahui ciri-ciri janin tidak berkembang merupakan hal yang perlu diwaspadai dengan serius. Hal ini penting guna mencegah agar jangan sampai hal ini terjadi dalam kehamilan anda. Janin yang tidak berkembang bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti karena adanya kelainan genetik yang berujung pada gangguan pertumbuhan dan perkembangan sang buah hati di dalam kandungan maupun disebabkan oleh faktor kelainan dan penyakit yang dialami oleh tubuh ibu. Selain itu janin yang tidak berkembang juga bisa menjadi salah satu dari tanda-tanda keguguran yang dialami oleh wanita hamil. Untuk itu sangat penting bagi seorang wanita hamil mengetahui hal-hal di bawah ini selama kehamilannya sebagai tanda bahwa perkembangan janin dalam kandungannya tidak terganggu. Mari kita simak bersama-sama artikel di bawah ini!

Perhatikan Ciri-Ciri Janin Tidak Berkembang di Dalam Kandungan Berikut Ini!

Gangguan perkembangan janin pada suatu kehamilan dapat terjadi sejak proses awal kehamilan setelah pembuahan terjadi hingga trimester akhir dari kehamilan tersebut dan disebabkan oleh berbagai hal. Pentingnya anda mendeteksi ciri-ciri janin tidak berkembang ini adalah guna mendapatkan terapi yang tepat dan cepat, karena jika dibiarkan hal ini bisa saja membahayakan keselamatan sang ibu.

  • Perdarahan dari jalan lahir

Ciri-ciri janin tidak berkembang yang pertama akan kita bahas adalah perdarahan. Perdarahan pada suatu kehamilan yang terjadi sebelum usia kehamilan menginjak 20 minggu[1], merupakan tanda dari terjadi kegagalan perkembangan janin yang dapat berujung pada keguguran. Perdarahan yang timbul bisa beberapa macam, ada yang hanya berupa bercak-bercak hingga yang tampak disertai dengan jaringan berupa kantung dari jalan lahir.

Selain itu perdarahan dari jalan lahir saat usia kandungan kurang dari 20 minggu bisa menunjukkan kemungkinan bahwa anda mengalami kehamilan yang terjadi di luar kandungan (kehamilan ektopik) dan hal ini sangat berbahaya bagi keselamatan sang ibu dan memerlukan penanganan segera dari dokter ahli kandungan. Di samping kehamilan ektopik, Bunda mungkin pernah mendengar istilah Blighted Ovum atau lebih banyak dikenal dengan istilah kehamilan kosong.

Pada kasus kehamilan kosong, terjadi kegagalan perkembangan janin yang terjadi dimana seorang wanita mengalami terlambat haid dan merasa hamil namun dari hasil USG (Ultrasonografi) hanya ditemukan kantung janin di dalam rahim tanpa ada janin di dalamnya. Dalam kasus ini anda perlu tindakan kuretase yang dilakukan oleh dokter spesialis kandungan. Untuk itulah bagi seorang wanita hamil dengan usia kandungan 20 minggu harus segera memeriksakan dirinya ke bidan atau dokter jika mengalami perdarahan dari jalan lahir apapun penyebabnya.

Ciri-ciri janin tidak berkembang yang berikutnya akan kita bahas adalah nyeri hebat. Seperti sudah kita bahas sebelumnya, salah satu kejadian yang bisa terjadi saat seorang wanita sedang hamil adalah kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik ini terjadi dimana hasil pembuahan yang harusnya berada di dalam rahim tertanam dan tumbuh di luar rahim. Hal ini tentu tidak dapat bertahan lama, karena selain akan merusak organ di dalam perut sang ibu sang janin juga tidak akan berkembang karena tidak ada asupan nutrisi yang baik.

Jika kondisi ini dibiarkan dan akhirnya merusak organ di dalam tubuh sang ibu, seperti pada kasus kehamilan yang terjadi pada saluran yang menghubungkan indung telur dengan rahim (Tuba fallopi), maka akan menyebabkan rasa nyeri hebat yang dirasakan ibu pada perut bagian bawah. Hal ini dapat memburuk dengan sangat cepat karena dapat menginfeksi lapisan dalam rongga perut (peritoneum). Jika hal ini terjadi pada kehamilan anda, segera cari pertolongan ke dokter kandungan karena anda mungkin membutuhkan operasi sesegera mungkin.

  • Berat badan ibu tidak naik

Selanjutnya ciri-ciri janin tidak berkembang yang sering kali tidak disadari oleh seorang wanita hamil adalah berat badan yang tidak naik. Seorang wanita hamil pasti akan mengalami peningkatan berat badan selain untuk menjaga asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh sang buah hati[2], juga disebabkan oleh pertumbuhan janin di dalam kandungannya.

Seorang wanita yang memiliki berat badan normal saja kira-kira harus mengalami peningkatan berat badan sekitar 11-16 kilogram selama 9 bulan kehamilannya. Jika sebagai seorang wanita hamil anda merasa bahwa berat badan anda tidak kunjung naik atau hanya naik sedikit walaupun anda sudah cukup makan selama ini, segera periksakan diri anda ke dokter guna mengetahui kondisi sang buah hati di dalam kandungan.

  • Perut tidak bertambah besar

Selain berat badan yang tidak bertambah, ciri-ciri janin tidak berkembang berikutnya adalah ukuran perut yang tidak bertambah. Itulah mengapa saat melakukan pemeriksaan kehamilan bidan atau dokter akan selalu mengukur perkiraan tinggi rahim dan juga lingkar perut anda. Lingkar perut dan tinggi rahim anda tentu harus bertambah jika sang buah hati di dalam kandungan berkembang dengan baik.

Akan tetapi perlu Bunda ketahui bahwa tenaga kesehatan memiliki acuan terhadap besarnya rahim yang sesuai dengan usia kandungan, dan jika ukuran ini berlebih ataupun tidak bertambah maka kemungkinan terjadi sesuatu dengan kehamilan anda. Pada kasus kegagalan perkembangan janin dengan ukuran rahim yang besar, bisa disebabkan oleh hamil anggur (Mola hydatidosa). Sedangkan pada kasus kegagalan dengan ukuran rahim yang kecil bisa disebabkan oleh aborsi yang tidak terdeteksi (Missed abortion).

Untuk itu jika anda mengalami kelainan dimana usia kehamilan dan ukuran rahim tidak sesuai, maka dokter akan menganjurkan untuk dilakukan USG guna mengetahui secara pasti apa yang terjadi dengan janin di dalam kandungan anda.

USG sebenarnya merupakan suatu alat diagnosis ciri-ciri janin tidak berkembang yang sangat pasti dari dunia medis. USG merupakan suatu metode pemeriksaan dengan menggunakan gelombang suara untuk memeriksa kondisi kehamilan dan juga berbagai kondisi kesehatan lain yang tidak bisa dilihat dari luar.

USG pada kehamilan dapat dilakukan saat pemeriksaan kehamilan dan sangat aman bagi kehamilan anda. Dengan USG detak jantung janin sudah dapat dilihat sejak usia 8 minggu yang dengan pemeriksaan dari luar baru bisa didengar pada usia 10 hingga 12 minggu. Itulah mengapa USG menjadi metode pemeriksaan yang tepat jika anda ingin melihat kondisi sang janin di dalam kandungan.

Selain melihat detak jantung sang bayi, dengan bantuan USG dokter juga dapat memperkirakan panjang dan juga berat badan sang buah hati di dalam kandungan sehingga anda bisa mengetahui apakah anak anda bertumbuh dengan baik atau tidak di dalam rahim.

Demikianlah artikel mengenai ciri-ciri janin tidak berkembang yang perlu anda waspadai dalam kehamilan. Mengingat bahwa ciri-ciri ini terkadang bisa tidak anda sadari, maka pemeriksaan kehamilan secara teratur sangat penting untuk mencegah hal buruk terjadi pada kehamilan anda. Akhir kata, semoga artikel ini bermanfaat dan kehamilan Bunda berjalan dengan baik hingga proses persalinan ya.