Cara Menurunkan Berat Badan Pada Bayi

Setiap orang tua pasti mendambakan bayinya lahir dan tumbuh dengan sehat. Salah satu tanda kebanggaan dari bayi yang sehat adalah pipi cubby dan badan yang ‘montok’.

Tidak salah memang, namun coba perhatikan berat badan dibanding usianya. Jika ternyata berat badannya terlalu berlebih, maka hal itu tentu tidak baik untuk kesehatan si bayi. Untuk itu para orang tua sebaiknya tahu betul bagaimana menurunkan berat badan bayi yang aman jika beratnya sudah mulai berlebihan.

Peningkatan berat badan bayi baru lahir hingga umur 6 bulan umumnya dianggap masih normal. Namun jika tumpukan lemak terus berlanjut hingga umur 1 atau 2 tahun ada baiknya orang tua mulai memikirkannya. Apalagi jika kelebihan berat badan menyebabkan bayi jadi lebih susah bergerak hingga menghambatnya belajar berjalan.

Mengapa berat badan bayi ideal sangat penting?

Mengontrol berat badan bayi tetap dalam kondisi ideal adalah tugas penting orang tua pada awal pertumbuhan buah hatinya. Meskipun kasus ini terbilang lebih jarang dibanding bayi yang kekurangan berat badan, namun efeknya tidak bisa disepelekan. Kesulitan belajar berjalan, jadi lebih sulit bergerak, risiko obesitas saat dewasa dan berbagai penyakit turunan obesitas lainnya bisa jadi ancaman serius untuk bayi.

Bayi baru lahir yang kelebihan berat badan umumnya muncul akibat faktor orang tua. Ibu hamil yang kelebihan berat badan atau menderita penyakit diabetes yang dikenal sebagai diabetes gestasional, bepeluang besar melahirkan bayi dengan berat badan berlebih.

Selain itu anggapan yang salah tentang memberikan nutrisi terbaik untuk bayi dengan melebihkan porsi makannya juga bisa jadi pemicu kelebihan berat badan pada bayi. Untungnya beberapa cara mudah seperti berikut ini dapat dilakukan orang tua untuk mengontrol berat badan bayinya agar tetap ideal.

Cara sederhana menurunkan berat badan bayi

1. Berikan ASI secara langsung

Semua sepakat bahwa sir susu ibu (ASI) merupakan makanan terbaik untuk bayi yang baru lahir. Memberikan ASI secara langsung ternyata sangat bermanfaat membantu menjaga bayi dari risiko kelebihan berat badan. Selain karena ASI memiliki nutrisi yang seimbang proses menyusui secara alami juga akan mencegah pemberian ASI secara berlebihan. Oleh karena itu, sangat dianjurkan memberikan ASI eksklusif untuk bayi hingga umur 6 bulan dan sebaiknya bayi disusui langsung secara alami tanpa bantuan pompa ASI dan dot. Cara ini juga dapat membangun kedekatan emosional bayi dengan ibunya.

2. Hindari mendiamkan bayi menangis dengan makanan

Tangisan bayi tentu membuat para orang tua tidak tenang. Berbagai penyebab bisa jadi pemicu bayi menangis, lapar umumnya dianggap sebagai penyebab utamanya. Padahal lelah, ketakutan, sakit atau bosan dan tidak nyaman ditempat tidurnya juga bisa membuat bayi menangis. Jika tangisan bayi muncul belum lama setelah menyusu, cobalah mendiamkannya dengan mengganti popok, mengendongnya atau mengajaknya bermain. Mendiamkan bayi yang menangis dengan memberikan ASI atau makanan akan membuat taktik ini menjadi kebiasaan tidak sehat yang dapat memicu berat badan berlebihan pada bayi.

3. Jangan berlebihan memberi makan

Melihat bayinya makan dengan lahap dan menghabiskan susu di botol dotnya atau makanan di mangkuknya tentu sangat menyenangkan para orang tua. Namun jika bayi sudah mulai menutup mulutnya atau tidak ingin disuapi makanan lagi, ada baiknya untuk tidak memaksanya menghabiskan makanan.

Membiasakan memaksakan bayi menghabiskan makannya tanpa memperhatikan tanda-tanda jika ia sudah kenyang akan berisiko menyebabkan bayi kelebihan berat badan. Untuk menurunkan berat badan bayi yang sudah terlanjur tinggi, tentu saja orang tua harus menghindari kebiasaan ini. Kecuali jika sang bayi memang disarankan dokter untuk makan lebih banyak karena kekurangan berat badan, menambah porsi makannya tentu akan lebih baik.

4. Berikan makanan padat kaya nutrisi

Ketika bayi sudah mulai bisa mengonsumsi makanan padat seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, daging dan ikan cobalah untuk menambahkannya ke dalam menu harian. Variasi makanan akan membuat bayi tumbuh tidak jadi pemilih yang hanya mau makan makanan tertentu saja.

Variasi makanan padat kaya nutrisi sangat baik untuk mencukupi nutrisi penting bayi. Meskipun tidak selalu buruk, makanan olahan atau sereal bayi sebaiknya tidak diberikan terus menerus agar bayi lebih lengkap gizinya. Cara ini juga dianggap mampu memperkecil risiko bayi kelebihan berat badan.

5. Latih bayi untuk lebih banyak bergerak

Bayi yang sudah mulai bisa merangkak dan mulai aktif bergerak sebaiknya diberikan area bermain yang nyaman dan aman. Merangkak atau berjalan kesana kemari atau bermain bersama mainannya akan membuat bayi lebih banyak merubah lemak tubuh menjadi energi.

Bayi yang aktif bergerak pada siang hari umumnya akan lebih pulas tidur di malam hari. Cara ini juga membantu menjaga kesehatan bayi dan menghindarkannya dari obesitas dini yang dapat berlangsung hingga ia dewasa.