Cara Menghilangkan Sakit Gigi secara Efektif dan Aman

Rasa nyeri yang menyiksa akibat sakit gigi sementara janji temu dengan dokter gigi masih dua atau tiga hari lagi membuat banyak orang mencari cara menghilangkan sakit gigi dengan bahan-bahan yang alami dan mudah didapatkan. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan sakit gigi, salah satunya yang paling umum adalah peradangan pada pulpa gigi. Pulpa gigi adalah lapisan terdalam dari gigi yang merupakan jaringan ikat lunak dengan banyak sekali pembuluh darah dan ujung saraf yang sensitif. Peradangan pada pulpa gigi tersebut bisa disebabkan oleh pembusukan gigi (akibat gigi berlubang yang tidak segera ditangani), penumpukan nanah di dasar gigi akibat infeksi bakteri, tambalan rusak, gigi retak, maupun infeksi pada gusi[1].

Nyeri pada sakit gigi dapat juga diikuti dengan bengkak di sekitar gigi yang terinfeksi, teraba lunak di rahang sekitar gigi yang sakit, rasa tidak enak di mulut dan bau busuk, sakit kepala, dan demam. Oleh penderita, rasa nyeri bisa dirasakan secara terus-menerus sepanjang hari atau hilang-timbul berulang kali tanpa pola yang pasti.

Rasa nyeri dapat terasa makin parah ketika penderita mengkonsumsi makanan atau minuman yang bersuhu ekstrim (terlalu panas atau dingin). Selain itu, rasa nyeri biasanya terasa lebih sakit pada malam hari, pada saat penderita berbaring. Posisi berbaring telentang meningkatkan aliran darah dan tekanan pada area mulut dan rahang, sehingga meningkatkan rasa sakit.

Cara Menghilangkan Sakit Gigi dengan Bahan yang Dapat Anda Temukan di Rumah

Sebaiknya buatlah janji temu dengan dokter gigi Anda untuk mengetahui penyebab sakit gigi sehingga Anda bisa mendapatkan pengobatan yang tepat. Sembari menunggu waktu untuk bertemu dengan dokter gigi Anda, ada beberapa alternatif bahan yang dapat Anda gunakan untuk meredakan sakit gigi:

Cengkeh dikenal sebagai obat tradisional yang berkhasiat menumpulkan saraf. Hal ini karena cengkeh mengandung senyawa kimia yang disebut eugenol, yang berperan sebagai antinyeri dan antiseptik alami. Konon, cengkeh banyak digunakan oleh dokter gigi sebagai salah satu cara menghilangkan sakit gigi, sebelum ilmu kedokteran gigi berkembang pesat. Bahkan ekstrak eugenol yang sudah dimurnikan masih digunakan sampai sekarang.

Teteskan dua tetes minyak cengkeh pada bola kapas atau cotton bud, lalu letakkan pada gigi yang sakit hingga rasa nyeri mereda. Jika di rumah hanya tersedia bubuk cengkeh, sedikit bubuk cengkeh tersebut dapat Anda taburkan di gigi yang sakit. Atau, jika hanya cengkeh utuh yang Anda miliki, cengkeh utuh itu pun dapat Anda manfaatkan. Letakkan cengkeh utuh tersebut di atas gigi, kunyah sedikit untuk mengeluarkan minyaknya, dan diamkan di sana selama setengah jam atau sampai rasa nyeri mereda.

Haluskan jahe dan cabe lalu beri air secukupnya sehingga membentuk pasta. Celupkan bola kapas dalam pasta jahe-cabe tersebut lalu letakkan di atas gigi yang sakit. Jaga agar tidak mengenai gusi dan lidah karena kedua bahan tersebut dapat menimbulkan sensasi panas-pedas. Diamkan di sana hingga rasa nyeri mereda. Senyawa kimia yang terdapat dalam cabe, yang dinamakan capsaicin, telah terbukti berkhasiat sebagai antinyeri alami sehingga efektif digunakan sebagai salah satu cara menghilangkan sakit gigi.

Lubang pada gigi terbentuk saat bakteri memakan zat gula dan pati yang tersisa di gigi. Bakteri kemudian menyisakan plak yang mengandung zat asam yang mengikis gigi. Garam dapat membantu menetralisir zat asam tersebut, yang membuat proses pengikisan berkurang secara signifikan dan rasa nyeri mereda. Garam juga dapat menarik keluar cairan dalam jaringan, sehingga membantu meredakan bengkak yang sering timbul mengikuti nyeri.

Penggunaan air garam dapat dikatakan sebagai cara menghilangkan sakit gigi yang paling mudah, karena garam pasti tersedia di rumah Anda. Larutkan satu sendok teh garam dalam secangkir air matang. Gunakan untuk berkumur selama kira-kira 30 detik. Lakukan cara ini sesering mungkin hingga waktunya Anda bisa berkonsultasi dengan dokter gigi Anda.

Teh peppermint memiliki aroma yang sedap dan juga berkhasiat menumpulkan saraf, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu cara menghilangkan sakit gigi. Masukkan satu sendok teh daun peppermint yang sudah dikeringkan ke dalam secangkir teh tawar panas, biarkan selama 20 menit hingga meresap. Setelah teh agak dingin, gunakan untuk berkumur (air teh boleh ditelan, boleh dibuang).

Jika sulit untuk mendapatkan daun peppermint di sekitar Anda, teh hitam pun memiliki khasiat yang sama. Kandungan tannin dalam teh dapat mengurangi bengkak dan nyeri. Selain dengan berkumur, cara lain dalam memanfaatkan teh untuk meredakan nyeri adalah dengan menempatkan satu kantong teh (usahakan masih dalam kondisi basah dan hangat) ke atas gigi yang sakit dan tunggu hingga nyeri mereda.

Isi kantong plastik dengan es batu, bungkus dengan kain tipis atau handuk kecil, dan tempelkan pada area pipi di luar gigi yang sakit. Suhu dingin dari es batu akan membantu mengurangi rasa sakit. Yang harus diperhatikan adalah, pada beberapa orang rasa sakit semakin memberat oleh kompres dingin. Jika Anda merasa rasa nyeri justru bertambah parah, beralihlah ke kompres hangat.

Selain itu, jangan tempelkan langsung kompres es pada gigi yang sakit karena gigi yang terinfeksi akan sensitif terhadap suhu ekstrim. Sehingga, menempelkan kompres es langsung ke gigi yang sakit akan memperberat rasa nyeri.

Perawatan Gigi agar Tidak Mudah Berlubang

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Setelah mengetahui dan mempraktikkan cara menghilangkan sakit gigi, akan lebih baik jika diikuti dengan perawatan gigi yang optimal untuk mencegah agar sakit gigi tidak datang lagi. Seperti yang telah secara singkat dijelaskan, sakit gigi bisa timbul salah satunya karena peradangan pulpa gigi yang disebabkan oleh gigi berlubang.

Lubang pada gigi berawal dari sisa-sisa makanan, terutama gula dan zat pati, yang tidak tuntas dibersihkan. Bakteri kemudian mencerna gula dan zat pati tersebut lalu meninggalkan lapisan plak yang lengket dan penuh dengan zat asam di seluruh permukaan gigi. Zat asam inilah yang perlahan-lahan mengikis email gigi (lapisan terluar gigi), yang jika dibiarkan akan terus ‘memakan’ gigi hingga ke lapisan terdalamnya. Inilah proses terjadinya gigi berlubang. Untuk mencegahnya, Anda bisa melakukan cara-cara berikut:

  • Batasi konsumsi makanan atau minuman manis seperti cokelat, permen, dan kue. Jika Anda penggemar jenis makanan tersebut, usahakan untuk menggosok gigi setelah mengkonsumsinya.
  • Sikat gigi setelah makan dan sebelum tidur menggunakan pasta gigi yang mengandung flouride.
  • Gunakan dental floss atau benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi. Sapukan bolak-balik melintasi gigi sehingga sisa makanan yang berada di sela-sela gigi bisa ikut terangkat.
  • Setiap kali usai menggosok gigi, akhiri dengan berkumur menggunakan mouthwash untuk membilas sisa-sisa makanan dan menghilangkan bakteri.
  • Pergilah ke dokter gigi setidaknya dua kali dalam setahun, bahkan jika Anda tidak sedang mengalami sakit gigi sekalipun. Terkadang, rutin menyikat gigi dua kali dalam sehari tidak cukup. Bisa jadi ada lapisan plak di gigi Anda yang luput dari perhatian. Kunjungan ke dokter gigi tidak hanya untuk memeriksakan kesehatan gigi Anda, namun juga untuk membersihkan lapisan plak tersebut, yang biasa kita sebut dengan prosedur scaling

Demikian artikel tentang cara menghilangkan sakit gigi. Jangan menunda untuk pergi ke dokter, apalagi jika nyeri tidak kunjung mereda, disertai demam, keluar nanah, atau jika Anda mengalami kesulitan bernafas atau menelan. Kunjungan ke dokter gigi mungkin tidak selalu menyenangkan, akan tetapi menunda pengobatan akan membuat kondisi bertambah parah dan dapat mengganggu produktivitas Anda sehari-hari. Cara-cara yang disebutkan di atas hanyalah bersifat sementara hingga Anda dapat memperoleh perawatan yang sesuai.