Benarkah Ibu Hamil Harus Makan Lebih Banyak? Keliru!

Dengan alasan sedang berbadan dua, banyak dari ibu hamil yang menerjemahkan pola makan yang juga harus dua kali lebih banyak dari keadaan normal. Faktanya, tidak selalu ibu hamil harus mengkonsumi makanan lebih banyak dari baisanya. Pendapat seperti itu sangatlah keliru. Malahan jika Bunda makan banyak bisa menyebabkan bobot tubuh yang tidak terkendali dan membahayakan janinlho.

Tahukah bunda bahwa selama masa kehamilan 9 bulan, berat badan bunda akan mengalami kenaikan rata-rata hingga 12 kg. Kebutuhan energi total kehamilan diperkirakan 77 ribu Kalori. Selama 9 bulan itu pula rata-rata Kalori harian yang diperlukan berarti sebanyak 285 kalori per hari. Bahkan, di beberapa negara Eropa ibu hamil hanya direkomendaikan untuk peningkatan ekstra 200 Kalori per hari di trimester ke-3 saja.

Jadi anggapan makan lebih banyak agar janin mendapat asupan yang cukup adalah pendapat yang sangat keliru. Gampangnya, makanlah yang cukup, tidak berlebih, juga tidak kurang. Seperti dalam keadaan normal saja, sehari 3 kali. Bahkan pada saat hamil porsi makan harusnya jauh lebih kecil/sedikit untuk mencegah mual-muntah. Tapi ingat, ssupannya tentu harus memenuhi gizi seimbang. Bukankah makan banyak belum tentu gizinya banyak, dan makan sedikit juga gizinya sedikit?

Lalu bagaimana supaya Bunda makan tidak terlalu banyak tapi asupan gizi tetap terjaga? Mudah, Bunda dalam sekali makan setidaknya mengonsumsi makanan hewani dan nabati. Misalnya saja sarapan dengan roti isi sayur dan telur. Siangnya, Ibu makan dengan lauk ayam, hati, sayur, dan buah-buhan. Nah, antara makan pagi dan siang konsumsi camilan kue kering dan buah-buahan. Malamnya, konsumsi daging, tempe/tahu, sayur, dan buah. Di antara makan siang dan malam, buah-buahan dan kue basah atau kering.

Selain itu, cukupi kebutuhan cairan. Patokannya, usahakan urine Ibu jangan pernah sampai berwarna kuning apalagi keruh.