Anak Terlihat Lesu Tidak Berarti Demam

Demam merupakan gejala dan bukan suatu penyakit. Demam bisa muncul perlahan-lahan bisa pula mendadak tinggi. Ternyata pola demam bisa menjadi salah satu petunjuk menentukan penyakitnya.

Tubuh memiliki variasi suhu setiap harinya, sehingga tidak ada nilai tunggal yang disebut demam. Namun, beberapa nilai sudah tergolong demam apabila :

  1. Suhu rektal (anus) lebih dari 380C
  2. Suhu oral (mulut) lebih dari 37,80C
  3. Suhu ketiak lebih dari 37,20C
  4. Suhu dahi lebih dari 380C

Suhu ketiak ataupun dahi, bahkan suhu telinga lebih mudah diukur dibandingkan di mulut maupun anus, tetapi kurang akurat dan perlu dikonfirmasi pada kondisi tertentu seperti anak dengan demam tak jelas.

Demam tak berarti lesu

Anak demam tak selalu tampak lesu, tak bergairah, loyo, seringkali mereka masih bermain seperti biasa. Demam yang disebabkan virus seringkali tidak membuat anak loyo meski demamnya cukup tinggi. Obat penurun panas cukup untuk jenis demam ini. Seringkali demam disertai dengan kekurangan cairan. Jadi tak lupa cairan yang cukup untuk anak-anak demam.

Anak yang masih bisa bermain meski ia demam merupakan salah satu petunjuk bahwa penyebab demam tidaklah berat. Meski demikian, demam yang makin tinggi setelah 3-5 hari mungkin menjadi petunjuk bahwa virus mungkin bukan penyebabnya.

Demam disertai kondisi anak yang berat

Sebuah pedoman praktis yang diadaptasi dari RS Cincinnati Children’s Hospital Medical Center membagi tampilan anak demam menjadi tiga :

Tampilan baik :

  • Anak bisa tersenyum, tidak gelisah, makan baik, menangis kuat namun dapat dibujuk
  • Tidak ada tanda-tanda kekurangan cairan
  • Ujung kaki dan tangan kemerahan dan hangat
  • Tidak ada kesulitan bernapas

Tampilan sakit :

  • Masih bisa tersenyum, gelisah dan menangis, kurang aktif bermain, nafsu makan kurang
  • Kekurangan cairan derajat ringan atau sedang
  • Aliran darah tepi masih baik ditandai dengan tangan dan kaki hangat, kulit masih kemerahan, bila ujung jari ditekan, tampak cepat memerah kembali.

Tampilan toksik : anak tampak lemah, tidak ada kontak mata, gagal mengenal orang tua atau tak bisa berinteraksi, ada gangguan pernapasan, bibir atau kulit kebiruan, merupakan tampilan yang paling berat.

Makin berat tampilan anak saat demam, kemungkinan penyebab sakit makin serius, mungkin anak memerlukan pengobatan lebih lanjut.

Tip mengenali demam

1. Apakah demam mendadak tinggi atau naik perlahan-lahan ?

Demam langsung tinggi umum disebabkan virus, berbeda dengan demam yang perlahan-lahan naik, terutama tinggi di malam hari. Demam jenis ini lebih sering disebabkan bakteri.

2. Apakah demam disertai gangguan kulit ?

Demam yang disebabkan virus tertentu seperti campak atau rubella bisa disertai dengan kulit kemerahan (rash). Demam disertai dengan bintik-bintik merah yang tak hilang dengan penekanan mungkin petunjuk demam berdarah. Beberapa jenis bakteri juga bisa menyebabkan demam yang disertai gangguan kulit, seperti kuman streptokokus yang memerlukan antibiotika.

3. Apakah ada gangguan yang menyertai ?

Demam yang disebabkan virus saluran pernapasan biasanya disertai dengan batuk dan pilek. Demam yang disebabkan virus saluran cerna disertai oleh diare. Demam yang disebabkan infeksi kulit biasanya disertai lenting bernanah, dan sebagainya. Cari kemungkinan organ yang terlibat seperti telinga, tonsil (amandel), sakit saat buang air kecil, dan banyak lagi. Hal ini bisa mengarah pada penyebab demam pada si kecil.

4. Apakah demam disertai anak lesu, lemah, hingga dehidrasi ?

Jika anak tidak mau makan, tampak lesu, sesak, apalagi sampai sulit dibangunkan, segera ke dokter, mungkin petunjuk demam disebabkan kuman yang berat. Demam pada bayi di bawah enam bulan juga perlu diwaspadai, terutama demam yang tinggi.

Tip atasi demam

  • jika ia menggigil selimuti dengan selimut yang nyaman
  • kompres dengan air hangat. Sebaliknya, jangan gunakan alkohol atau air dingin (es)
  • beri cukup minum
  • kontrol suhu tubuhnya secara teratur
  • hindari mengenakan baju terlalu tebal, kenakan baju yang nyaman.