3 Perubahan Bentuk Payudara Pada Ibu Hamil dan Cara Merawatnya

Ibu hamil akan mengalami berbagai bentuk perubahan pada tubuhnya. Salah satu yang paling kentara adalah bentuk perut (tentunya). Namun, tahukah bunda bagian tubuh lainnya yang pengalami perubahan saat seorang wanita sedang hamil? Bokong, payudara dan pipi adalah 3 bagian tubuh lainnya yang sangat terlihat dengan jelas mengalami perubahan.

Khusus untuk payudara, memang bisa dilihat dengan kasat mata, namun tentunya lebih bersifat intim. Namun, bunda akan sangat denga cepat mengetahui perubahan bentuk pada payudara Bunda saat sedang dalam masa kehamilan. Berikut adalah 3 perubahan pada payudara selama masa kehamilan dan perawatan yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

1. Perubahan ukuran payudara

Perubahan pada payudara terjadi dengan cepat begitu kehamilan berlangsung. Beberapa ibu hamil mengeluhkan nyeri pada payudara seperti gejala pra-menstruasi atau rasa gatal ketika kulit payudara meregang. Bila ini terjadi, berarti bunda memerlukan bra dengan ukuran yang lebih pas supaya payudara tersangga dengan baik.

Meskipun perkembangan payudara belum dapat diprediksi dengan pasti, tidak ada salahnya merawat payudara sedini mungkin. Tips berikut dapat menjadi panduan untuk memilih bra yang cocok:

  • Pilih bra tanpa kawat penyangga karena jenis bra seperti ini akan lebih nyaman digunakan saat hamil.
  • Bersiaplah mengganti bra 1 atau 2 kali lagi selama kehamilan karena payudara akan terus berkembang sehingga ia membutuhkan bra yang lebih cocok.
  • Pertimbangkan membeli bra khusus untuk tidur supaya payudara lebih nyaman ketika bunda sedang terlelap.

2. Perubahan pada kulit payudara

Masalah yang sering muncul pada kulit payudara wanita hamil adalah stretchmarks. Munculnya stretchmarks dipengaruhi oleh faktor genetik dan belum ada minyak, cream, atau salep yang benar-benar efektif untuk mencegahnya muncul.

Potensi terjadinya stretchmarks bahkan bisa lebih besar pada wanita yang mengalami peningkatan berat badan yang terlalu tinggi selama hamil, yang hamil dalam usia lebih muda, atau yang memiliki riwayat stretchmarks pada keluaraganya. Akan tetapi, sekalipun muncul stretchmarks berwarna merah yang mengganggu pada payudara pada saat hamil, ia akan berubah warna menjadi keperakan dan lebih samar setelah melahirkan dan bunda tidak lagi menyusui.

Masalah lain pada kulit payudara saat hamil adalah membesarnya pembuluh darah di kulit dan munculnya bintil-bintil pada areola. Volume darah meningkat hingga 50% selama kehamilan dan ini membuat pembuluh darah membengkak.

Namun jangan khawatir, hal ini akan membaik setelah persalinan. Bintil-bintil di areola juga bukan merupakan masalah karena bintil-bintil inilah yang nanti akan memproduksi sebum atau minyak untuk melembutkan puting susu untuk proses menyusui.

3. Mulai mengeluarkan ASI

Pada beberapa wanita, payudara mulai memproduksi colostrum pada bulan ketiga masa kehamilan. Colostrum adalah zat kaya nutrisi yang merupakan makanan bagi bayi selama beberapa hari setelah kelahiran sebelum payudara mulai menghasilkan ASI. Jadi, jangan terkejut bila pada trimester ketiga kehamilan mulai keluar cairan tersebut dari payudara.

Hal ini mungkin menjadi masalah bila kita sedang di luar rumah dan air susu mengenai pakaian kita dan meninggalkan bercak-bercak basah. Untuk mengatasinya, bunda bisa menggunakan breast pads yang sekarang telah banyak dijual di pasaran. Selain itu, hindari menggunakan baju atasan berwarna gelap karena bercak basah akan lebih kentara pada kain berwarna gelap dibanding pada kain berwarna terang.